Manajemen Infak Dan Survival Strategy Pesantren Di Kabupaten Jember Dalam Menghadapi Pandemi

Main Article Content

Moh Syifa'ul Huda

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat.  Hampir semua sektor terkena dampak yang signifikan, tidak terkecuali sektor pendidikan seperti pesantren. Pandemi ini mempengaruhi kemampuan wali santri untuk membayar infak yang merupakan sumber utama pendanaan operasional pesantren. Berangkat dari latar belakang tersebut, studi ini bertujuan untuk menjelaskan dua hal. Pertama, menganalisa kemampuan pesantren dalam mengelola infak. Kedua, mendeskripsikan strategi pesantren dalam menjawab problem pengelolaan infak dalam masa pandemi Covid-19. Ada dua pesantren yang dijadikan sebagai objek studi kasus, yaitu Pondok Pesantren Bustanul Ulum Mlokorejo dan Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar. Hasil studi menunjukkan bahwa pengelolaan infak masih dilakukan secara tradisional. Artinya, pendapatan yang diperoleh langsung dialokasikan untuk kebutuhan operasional sehari-hari. Dalam masa pandemi, cara ini tidak efektif karena faktor keterlambatan dan gagal bayar, sehingga dibutuhkan strategi lain. Di antaranya pengurangan beban biaya, program gerakan orang tua asuh, pembayaran dengan skema cicilan, pembuatan tabungan santri, realokasi dana, optimalisasi unit usaha.

Article Details

How to Cite
HUDA, Moh Syifa'ul. Manajemen Infak Dan Survival Strategy Pesantren Di Kabupaten Jember Dalam Menghadapi Pandemi. Proceeding of International Conference on Islamic Law, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 120-137, mar. 2022. Available at: <https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/cilip/article/view/535>. Date accessed: 27 feb. 2024.
Section
Articles